Iklan

Arsip Blog

Di Hadapan Santri Sukorejo, Menristekdikti Unjuk Kebolehan Baca Kitab Kuning

Menristekdikti, Muhammad Nasir saat memberikan kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa IAII

Serambimata.com – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. Drs. H. Muhammad Nasir, Ph.D, Ak. berkunjung ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, Minggu (29/10/2017). Didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur, H. Saifullah Yusuf, Menristekdikti disambut langsung oleh Pengasuh Pesantren, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy di kediamannya bersama jajaran Pimpinan Perguruan Tinggi Ibrahimy Sukorejo Situbondo.

Read the rest of this entry

Iklan

Menteri Agama: Pesantren Sukorejo Berkontribusi Besar Ikut Memajukan Pendidikan

Menteri Agama RI bersama Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo


Serambimata.com – Kedatangan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifuddin Ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo untuk melounching Aplikasi iSantri pada Ma’had Aly meninggalkan kesan mendalam. Tidak hanya karena secara resmi telah dibuka  aplikasi perpustakaan digital untuk kitab-kitab dan buku keislaman, tapi juga apresiasi Menag yang luar biasa terhadap pesantren yang kini diasuh KHR Ahmad Azaim Ibrahimy itu. 
Dalam sambutannya, Menag menyampaikan bahwa Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo adalah pesantren yang telah memberikan kontribusi dan sumbangsih yang begitu besar dalam memajukan kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya bagi pendidikan Keagaamaan. 

“Saya bersyukur bisa hadir kembali di pondok pesantren ini yang kita semua bahkan masyarakat Indonesia mengenalnya sebagai pesantren yang cukup tua yang telah memberikan kontribusi besar dalam memajukan kesejahteraan masyarakat Indonesia, lebih khusus lagi pendidikan keagaamaan”, tegas Menag pada acara lounching Aplikasi Perpustakaan Digital iSantri, Senin (28/11/2016).

Tidak hanya itu, Menteri Agama juga menyatakan rasa syukur dan optimismenya setiap ia mendatangi pondok-pondok pesantren di Nusantara. Menurutnya, optimisme itu karena tiga alasan. 

Pertama, dengan adanya Pondok Pesantren, masa depan Islam di Nusantara ini tetap bisa terjaga dan terpelihara. 

Kedua, Islam yang diajarkan di Pondok Pesantren adalah Islam Aswaja. Islam yang mengembangkan nilai tawasuth , Tasamuh dan tawazun

“Saya bersyukur karena Islam yang berkembang di Pondok Pesantren adalah Islam Aswaja, Islam yang mengembangkan nilai tawasuth atau Islam yang moderat, bukan Islam ekstrim, tasamuh atau menjunjung tinggi nilai toleransi, dan Tawazun yang pada ahirnya menyebar rahmat bagi alam semesta”, ungkap menag. 

Alasan ketiga, Menag meyakini dengan Pondok pesantren maka  keindonesiaan masih tetap lestari. Menurutnya, Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang religius maka tidak bisa memisahkan nilai-nilai agama dalam kehidupan keseharian. Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang dapat meletakkan agama pada posisi yang strategis sehingga tetap menjadi landasan hidup di tengah masyaraktnya yang majemuk. 

Pada kesempatan yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy dalam sambutannya berharap dengan aplikasi iSantri ini akan banyak kemudahan dalam mengakses kitabu at turats sebagai pusaka pustaka keilmuan para ulama Salaf yang akhir-akhir ini yang berbentuk tulisan asli semakin langka. Selain itu, aplikasi ini juga bagian dari ikhtiar dalam menjaga kelestarian kitab-kitab tersebut dari upaya-upaya pengubahan secara tekstual yang berakibat pada berbedanya pola pikir pemahaman. 

Menurut Kyai Azaim, tantangan tersebut sebenarnya sudah terjadi pada abad-abad silam ketika Kitab Taurat dan Injil sudah tidak lagi sebagaimana aslinya 

“Kitab Taurat dan Injil sudah tidak lagi seperti aslinya karena perubahan atas ulah sekelompok manusia yang ingin mengubah tujuan kitab suci pada Umat manusia”, jelas cucu Kyai As’ad itu. 

KHR Ahmad Azaim Ibrahimy saat memberikan sambutan


Sebelum melounching aplikasi iSantri Menteri Agama dan rombongan menyempatkan diri berziarah ke pemakaman para pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, setelah sebelumnya beramah tamah di kediaman Pengasuh. 
Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Agama melounching aplikasi Perpustakaan Digital iSantri di Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur. Dengan tersebut santri dan masyarakat luas bisa dengan mudah mengakses kitab-kitab Islam kontemporer tanpa harus  susah-susah datang ke perpustakaan. Cukup dengan hanya membuka aplikasi tersebut setelah terlebih dahulu mengunduhnya di Playstore. 



i-Santri merupakan aplikasi sosial media berbasis kitab kuning dan buku-buku referensi lainnya dalam bentuk digital yang dilengkapi digital library. Aplikasi ini menyediakan banyak buku dan kitab kuning yang dapat dipinjam dan dibaca oleh santri maupun masyarakat umum secara digital

Pesan Kyai Azaim Pasca Gelar Pahlawan Kyai As’ad: Jaga Nama Baik Beliau!

Serambimata.com – Gegap gempita dan suka cita ribuan kaum santri, alumni, wali santri dan masyarakat Situbondo begitu terasa sa’at KHR Ahmad Azaim Ibrahimy beserta segenap Keluarga Besar Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo membawa pulang Plakat gelar kepahlawanan KHR As’ad Syamsul Arifin yang baru diterimanya dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.  Read the rest of this entry

Himbauan Kyai Azaim Untuk Tanggal 3 – 4 November 2016

Serambimata.com – KHR Ahmad Azaim Ibrahimy menghimbau kepada seluruh pengurus IKSASS se nusantra,  alumni, wali santri dan simpatisan Pondok Pesantren Salafiyah Sukorejo agar melakukan do’a bersama pada tanggal 3 – 4 November 2016. Do’a tersebut bisa dilakukan berkelompok atau bersama-sama. 

Read the rest of this entry

Kyai Azaim Lantik Prof Dr Abu Yazid Sebagai Rektor IAII Sukorejo Periode 2016-2020

Prof Dr Abu Yazid (Insert), saat dilantik bersama tiga Pembantu Rektor

Serambimata.com –  Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII) Sukorejo Situbondo sejak Jumat, 7 Oktober 2016 kemarin resmi  dipimpin oleh seorang Profesor, Dia adalah Prof Dr Abu Yazid, MA, LL.M. Pria kelahiran Bangkalan, 10 Oktober 1967.  Read the rest of this entry