Jangan Bawa-bawa Agama! Tidak ada Agama yang Mengajarkan Terorisme

image

Serambimata.com – Teror yang terjadi di Kota Paris, Prancis pada Jum’at malam (13/11/2015) membuat dunia terhenyak, marah dan berduka, ternyata aksi terorisme telah menebar kemana-kemana, negara Islam, negara miskin, negara tertinggal hingga ke negara maju seperti Prancis sekalipun.

Kenyataan inilah membuat semua masyarakat dunia waspada, termasuk negeri yang penduduknya mayoritas Muslim seperti Indonesia. Sederet peristiwa teror di Indonesia cukup menjadi catatan dan sejarah kelam bangsa ini. Selebihnya pemerintah harus lebih waspada, tegas dan segera basmi bibit-bibit yang berpotensi munculnya kejahatan terorisme kembali terulang.

Lihatlah peristiwa teror yang terjadi Kota Paris Prancis dua hari yang lalu, siapa yang tak akan marah dan mengecam keras aksi terorisme yang menelan lebih dari 153 korban jiwa itu.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), melalui Ketua Umumnya KH. Said Aqil Siradj tak ketinggalan mengecam keras aksi brutal tak berprikemanusiaan itu. Dengan lantang ia mengatakan bahwa sebagai bagian dari elemen masyarakat beragama, PBNU menegaskan tidak ada agama yang mengajarkan terorisme, karena terorisme tidak memiliki landasan agama. Sehingga, apapun motif serangan bersenjata dan peledakan bom di Kota Paris, Prancis, tidak dapat dibenarkan. Tindakan menghilangkan nyawa orang lain secara sengaja sama artinya dengan menghancurkan bangunan kemanusiaan,” paparnya.

Perlunya Komunikasi Lintas Agama

Tidak ada pilihan, pemerintah Indonesia dan segenap elemen bangsa meningkatkan kewaspadaan. Agas aksi serupa tidak terjadi di NKRI. Salah satu upaya yang harus segera dilakukan adalah seluruh elemen umat beragama untuk meningkatkan komunikasi lintas agama, sebagaimana yang diharapkan PBNU, Muhammadiyah berbagai pihak yang tidak ingin bangsa ini tercabik-cabik oleh aksi terorisme.

Antar tokoh agama harus hadir dan saling sapa karena hal itu menjadi benteng terkuat melawan segala bentuk ancaman adu domba, sekaligus perekat pondasi bagi persatuan dan kesatuan bangsa ini. Sikap saling menghujat, menghina.

Ini pula yang menjadi harapan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir. Atas insiden serangan berdarah di Paris, Prancis itu, ia mengajak setiap kalangan agama untuk bersatu mengutuk perbuatan apapun yang berlawanan dengan nilai-nilai luhur agama dan kemanusiaan yang utama.

Sebagaimana PBNU, Muhammadiyah juga menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian, karenanya tindakan aksi biadab di kota Paris merupakan perbuatan yang fasad fil-ardl atau pengrusakan di muka bumi dan menghancurkan kehidupan sesama. Dan menurut ormas ini perbuatan yang penuh kekerasan seperti itu tidak boleh ditoleransi atas nama apapun.

Untuk aparat, sebagai pihak yang paling bertanggung jawab di bidang pertahanan dan keamanan nasional, tentu saja harus terus meningkatkan kesiap-siagaan menghadapi bahaya laten terorisme, dan berbagai bentuk gangguan yang berpotensi menodai kedaulatan Negara Kesatua Republik Indonesia (NKRI).

Posted on 15 November 2015, in Agama and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: