Iklan

Inilah Rahasia Pendidikan Korea Selatan Menjadi Yang Terbaik Di Dunia

image

SERAMBIMATA – Masih ingat ulasan Serambi Mata tentang Korea Selatan sebagai negara dengan sistem Pendidikan terbaik di dunia? Dalam tulisan sebelumnya itu, Serambi Mata mengungkap sebuah hasil survei yang dilakukan oleh lembaga edukasi dan perusahaan penerbitan Pearson yang menempatkan Korea Selatan sebagai negara yang paling unggul di bidang pendidikan.
Lalu, apa rahasia negara berjuluk negeri gingseng itu sehingga berhasil menjadikan sektor pendidikannya diperhitungkan dunia bahkan menjadi yang terbaik. Inilah rahasianya…

Jika tidak jadi manusia yang unggul, kami akan mati. Itulah prinsip yang dipegang bangsa Korea Selatan yang miskin sumber daya alam dan secara geopolitik dikepung empat kekuatan besar: Tiongkok, Rusia, Korea Utara, dan Jepang.

Seiring dengan pembangunan karakter, Korsel juga menggenjot pendidikan formal bangsanya. Pemerintah mewajibkan semua warga Korsel menempuh pendidikan dasar 12 tahun atau minimal hingga selesai SMA. Hasilnya, Korsel menjadi salah satu negara dengan angka melek huruf tertinggi di dunia.

Skor Pisa yang mengukur kemampuan siswa membaca, matematika, dan ilmu pengetahuan tertinggi kelima di dunia pada 2012 versi OECD. Selain itu, 84,6 persen siswa laki-laki dan 82,4 persen siswa perempuan tamatan SMA melanjutkan ke sekolah tinggi atau universitas.

Di sekolah-sekolah, manusia Korsel benar-benar digodok. Kami berkesempatan menengok Daewon Foreign Languages School, salah satu sekolah berbahasa asing terbaik setingkat SMA yang berada di perbukitan sisi utara Seoul, awal September.

Kepala Sekolah Daewon Kim Il Hyoung yang kami temui di ruang kerjanya mengatakan, sekolahnya fokus memprioritaskan penguasaan bahasa asing oleh siswanya, antara lain Inggris, Jerman, Tiongkok, dan Spanyol. ”Siswa-siswa kami belajar bahasa ketiga di sini. Banyak di antara mereka yang kemudian kuliah di Harvard, AS atau Oxford, Inggris,” ujar Kim dengan nada bangga.

Ketika kami datang, sejumlah murid perempuan sedang memainkan kenchi—benda berbahan kulit sebesar uang logam yang diikat beberapa helai bulu angsa—dengan kakinya. Murid laki-laki bermain basket dengan riang. Beberapa murid yang berpapasan dengan kami segera menundukkan kepala dan sedikit membungkukkan badan sebagai tanda hormat.

Jam bermain dan olahraga barangkali jam paling menyenangkan buat murid-murid itu. Selanjutnya, mereka harus berkutat dengan berbagai pelajaran sepanjang hari dari pagi hingga malam.

Mereka sudah ada di sekolah pukul 07.40 dan mulai belajar pukul 08.20. Jam pelajaran baru selesai pukul 19.30. Artinya, mereka berada di sekolah rata-rata 11 jam 10 menit. Tidak heran jika Korsel sempat dinobatkan sebagai negara dengan jam pelajaran sekolah terlama di dunia.

Jam pelajaran sepanjang itu pun dianggap belum cukup. Saat kelas berakhir, sebagian siswa melanjutkan kegiatan dengan belajar bersama di aula. Bus sekolah lalu mengantar mereka pulang pukul 22.30. Mereka yang tidak belajar di aula sebagian pergi ke tempat les buat belajar lagi hingga larut malam.

Satu-satunya jalan untuk sukses

Direktur Konseling Daewon Eric Cho mengatakan, jam pelajaran sebelumnya lebih panjang lagi. Dulu, kelas baru berakhir pukul 21.45 dan murid masuk sekolah pada Sabtu. Masa-masa itu memang sangat berat, lanjut Eric, tetapi orang Korsel harus menjalaninya. Sebab, mereka sadar, pendidikan satu-satunya jalan untuk sukses.

Sistem pendidikan yang begitu keras bukannya tanpa ekses. Banyak anak yang tak tahan dengan tekanan pelajaran akhirnya memilih bunuh diri. Belakangan ini, pemerintah mencoba memperbaiki sistem pendidikan yang kelewat ekstrem.

”Bulan ini, mereka (pemerintah) mencoba jam pelajaran sekolah dasar dimulai pukul 09.00 sehingga anak-anak punya waktu lebih untuk tidur dan sarapan bersama orangtua. Lembaga kursus swasta di Hagwan juga harus tutup pukul 21.00 demi kesehatan anak-anak,” ujar Eric.

Begitulah jalan yang ditempuh Korsel untuk mengubah nasib dari bangsa miskin menjadi kaya, bangsa yang pernah kalah menjadi bangsa pemenang. Mereka membentuk karakter dan mendidik manusianya dengan amat keras agar bisa menjadi bangsa yang unggul.

”Buat kami, sukses pendidikan itu adalah masalah hidup dan mati,” ujar Lee Kang-hyun, Presiden Korean Chamber of Commerce in Indonesia, Agustus Lalu.

Iklan

Posted on 6 Oktober 2014, in Pendidikan and tagged . Bookmark the permalink. 12 Komentar.

  1. Kpan ya indonesia bsa bersaing….

    Suka

  2. 16 tahun kayaknya wajib belajarnya

    Suka

  3. Korea Selatan? padahal kan Finlandia yang pendidikannya terbaik nomor 1 di dunia

    Suka

  4. indonesia patut mencontoh kegigihan orang korea

    Suka

  5. Tidak selalu yg baik di negeri luar sana selalu cocok untuk diterapkan di negara kita. Harus disesuaikan dengan kondisi yg ada di negara kita dong. Mencontoh yg positif & sesuai boleh, tetapi jangan 100% menjiplak dari sana.

    Suka

  6. Terbaik itu relatif….tergantung kebutuhan masing-masing negara.

    Suka

  7. mohon kabar ter update tentang korea selatan. terutama tentang metode mengajar guru korea. dan management classroom

    Suka

  8. Masyarakat iNDONESIA terlalu manja. orang tua khususnyaa. Gimana jam mainnya lah, waktu bersama ortulah, manjaa.
    untung saya nggak.

    Suka

  1. Ping-balik: film romantis indonesia terbaik 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: