Bahtsul Masail Lirboyo: Foto Selfie Haram, ini alasannya

image

Serambimata.com – Fenomena melakukan foto sendiri atau selfie tak pandang usia. Kaum muda dan tua mengandrungi kebiasaan yang satu ini seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi.  Fenomena ini menggugah kaum santri untuk membahasnya dalam forum bahtsul masa’il.

Forum Musyawarah Pondok Pesantren se – Jawa-Madura di pondok pesantren Lirboyo, Kota Kediri, menyepakati foto selfie dan mengunggahnya ke internet atau dunia maya adalah perbuatan haram.

Kendati demikian tidak semua kegiatan selfie haram secara mutlak. Selfie masih diperbolehkan, dengan alasan tertentu. “Selfie haram hukumnya bila sampai menimbulkan fitnah, ” ujar Ahmad Fauzi Hamzah, anggota tim perumus forum bahtsul masail dari salah satu pondok pesantren Blitar.

Kriteria fitnah itu diantaranya foto selfie yang mampu memunculkan ketertarikan lawan jenis. Foto seronok yang tidak sesuai etika dan kepatutan termasuk di dalam kriteria fitnah.

“Juga foto yang memancing orang lain untuk berkomentar negatif dan jorok itu masuk kategori perbuatan haram, ” terangnya.

Forum bahtsul masail juga membahas masalah update status pemilik akun media sosial maupun piranti gadget. Update status bisa masuk kategori haram, sunah atau wajib jika memenuhi kriteria tertentu.

“Haram bila pesannya mengandung kebohongan, adu domba dan fitnah. Biasanya kerap terjadi di masyarakat luas, mulai kalangan remaja hingga politisi,” tegas Fauzi.

Sedangkan update status yang sunah dan wajib lanjut Fauzi, bila untuk kebaikan dan bermanfaat bagi orang lain. Dalam hal ini pemberi komentar, atau pengklik ikon suka atau “like” termasuk bagian yang diatur dalam ketentuan ini.

“Pemberi “Like” terhadap status negatif  bisa dianggap melakukan perbuatan haram. Karena  memperbolehkan sesuatu yang salah atau dosa, ” papar Fauzi.

Fauzi menghimbau kepada para santri dan masyarakat luas yang aktif di jejaring sosial (facebook, tweeter dan lainya) untuk lebih hati-hati menggunakan teknologi.

“Namun kita tidak membatasi siapapun untuk menyampaikan kritik selama disampaikan dengan cara sopan, ” pungkasnya.

Forum bahtsul masail di pondok pesantren  Lirboyo Kota  Kediri ini berlangsung pada 15-16 April 2015.

Sumber Satu Islam.

Posted on 27 November 2015, in Agama and tagged , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: