Mau Melihat dan Merekam Gerhana Matahari Pakai Smartphone? Tunggu Dulu! Ini Bahayanya

image

Serambimata.com – Apa yang anda lakukan pada saat gerhana matahari terjadi besok pagi (09/03/2013) ketika anda tidak memiliki kacamata khusus untuk melihat gerhana matahari? Sementara keinginan untuk menjadi saksi atas peristiwa yang langka itu sangat kuat. Anda mungkin bisa menggunakan kamera atau smartphone anda untuk melihatnya bahkan merekamnya.

Tunggu dulu, keputusan anda untuk memanfaatkan kamera atau smartphone untuk menyaksikan dan mengabadikan gerhana matahari besok justru berakibat fatal bagi alat komunikasi anda itu.

Sudah jamak diketahui bila melihat gerhana matahari total dengan mata telanjang adalah ‘mimpi buruk’ dan bisa membuat mata rusak bahkan buta. Nah, mengingat saat ini zamannya smartphone dengan kamera canggih, tentu banyak yang berpikir untuk merekam atau melihat gerhana matahari dengan kamera smartphone.

Cara ini juga terbilang sederhana dan murah. Kita bisa melihat proses gerhana di layar smartphone tanpa perlu pusing beli kacamata khusus. Eits, jangan senang dulu karena Anda berpeluang merusak smartphone kesayangan.

Kamera smartphone bisa rusak saat lihat gerhana

image

Modul kamera iPhone Phonearena.com

Pertama perlu diketahui bila memotret gerhana matahari dengan smartphone boleh dilakukan. Namun, merekamnya sangat tidak disarankan. Alasannya, sinar berlebih dari matahari saat gerhana bisa membakar sensor kamera. Hal ini juga berlaku pada kamera saku dan DSLR yang memiliki layar LCD sebagai viewfinder.

Untuk mendapat gambaran yang lebih jelas, bayangkan Anda mengarahkan kaca pembesar ke sebuah plastik hitam di bawah sinar matahari. Tentu plastik itu akan terbakar.

image

ilustrasi kaca pembesar Daily Mail

Nah, hal yang sama juga terjadi pada sensor kamera. Sebab lensa kamera tak ubahnya kaca pembesar yang memfokuskan cahaya ke sensor sebelum akhirnya cahaya yang ditangkap ditampilkan ke layar LCD smartphone. Jadi, sensor sangat rawan rusak saat dihadapkan ke gerhana matahari yang memancarkan cahaya dalam intensitas tinggi.

Kerusakan sensor ini pada sebagian kamera canggih terbaru hanya bersifat sementara. Namun untuk kamera jenis lama dan yang minimalis, seperti pada smartphone, kerusakannya bisa permanen.

Sumber Merdeka.com

Posted on 8 Maret 2016, in Teknologi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: