Iklan

Waspada! Memasuki Masa Kampanye, Hoax Makin Bertebaran Dimana-mana

Serambimata.com – Entah sampai kapan kabar bohong alias hoax yang berisi fitnah, ujaran kebencian dan konten-konten berbau sara berhenti disebar. Bahkan memasuki masa kampanye Pilpres 23 September 2018, penyebaran kabar hoax itu makin marak terutama di media sosial, facebook, WhatApps dan lainnya. Tentu, kabar hoax tersebut sengaja di sebar demi menaikkan elektabilitas dan dukungan jagoannya, sekaligus untuk menjatuhkan pasangan lainnya, meskipun tak menutup kemungkinan ada tujuan lainnya yang sangat berbahaya yakni tak sekedar menggiring opini tapi bertujuan memprovokasi.

Isu-isu lama seperti bangkitnya PKI, pro asing, anti Islam dan berita-berita bohong dan provokatif lainnya kembali dimunculkan dan disebarkan di sosial media. Untungnya, masyarakat kita sudah tidak gampang dibodohi, mereka sudah banyak yang melek teknologi, sehingga meskipun masih saja ada yang mempercayainya tapi tak sedikit yang langsung menyadari kalau kabar yang ia terima tidak lebih dari kabar bohong alias hoax semata.

Padahal baru saja kedua capres – cawapres mendeklarisan diri untuk melaksanakan kampanye damai tanpa kekerasan, hoax, ujaran kebencian tanpa menggunakan isu-isu sara. Sayangnya, deklarasi damai itu dianggap hanya ceremonial belaka karena para pendukungnya bahkan tim suksesnya justru makin massif menyebarkan kabar-kabar berbahaya bagi keutuhan bangsa.

Salah satu kabar hoax yang baru saja terungkap adalah upaya adu domba oleh seseorang yang memiliki nama akun Ukhty Linda Linda. Sosok yang menggunakan foto salah satu capres yang maju pada pilpres 2019, Prabowo tersebut membagikan sebuah gambar yang diunggah Ali Baba. Gambar tersebut menampilkan sosok seorang perempuan berjilbab dengan mata lebam seperti baru dianiaya. Tidak hanya itu, di atas gambar tersebut tetulis keterangan kalau perempuan tersebut dianiaya setelah berceramah tentang bangkitnya komunis. Kemudian Ukhty Linda menambahkan pengantar versinya untuk mengesankan kalau gambar mengerikan itu akibat ulah pemerintah (rezim sekarang).

Netizen yang membuat dan menyebarkannya tapi netizen pula yang berhasil mengungkap kalau foto dan kabar tersebut bohong belaka alias hoax.

Kebohongan pertama, kabar yang sempat viral tersebut terenyata kabar kadaluarsa yang sengaja diunggah kembali sehingga terkesan baru saja terjadi. Padahal gambar itu peristiwa tahun 2017 lalu.

Tidak hanya itu, yang mengejutkan ternyata foto lebam yang terdapat di wajah perempuan dalam gambar yang tersebar adalah bohong alias hoax. Bahkan tahun 2017 lalu seorang pengguna twitter @lawan_teroris mengungkap fakta kalau foto perempuan berjilbab tersebut bukanlah ustadzah #Siti Marfuah tapi seorang Make Up artis dari Melaka, #AsmawatiAbdullah dengan hasil karyanya. Sayangnya hasil karya tersebut dijadikan bahan untuk membuat berita hoax.

Kabar hoax sangatlah berbahaya, dampaknya bisa menyebabkan permusuhan antar sesama bahkan taruhannya adalah keutuhan dalam berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, bijaklah dalam bermedia sosial, jangan mudah percaya apalagi membantu menyebarkannya.

Mereka sengaja memproduksi dan menyebarkan kabar bohong alias hoax hingga ribuan karena mereka percaya akan filosofi “kebohongan yang dilakukan secara massif dan berulang-ulang, lama-lama akan dianggap sebagai kebenaran.

Iklan

About serambimata

Terus menulis

Posted on 24 September 2018, in Politik and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: