Iklan

Warga Binaan Lapas Situbondo Ikuti Terapi Al Qur’an (Ruqyah) bersama JRA-LKP

Serambimata.com – Masyarakat binaan yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Situbondo kali ini menjadi sasaran pengobatan dengan terapi Al Qur’an (Ruqyah) dalam acara Ruqyah Massal untuk Umat (Rumat) oleh Jam’iyah Ruqyah Aswaja Laskar Kuda Putih (JRA-LKP) Situbondo, Jumat, 23 Nopember 2018.

Meyakinkan kepada masyarakat bahwa Al Quran adalah obat paling mujarab untuk segala macam penyakit medis maupun non medis bukanlah hal mudah. Namun, seiring waktu, masyarakat mulai menyadari bahwa Al Qur’an adalah obat yang utama dan terutama sebagaimana motto JRA. Hal itu selaras dengan firman Allah :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al Isra’: 82)

Penghuni lapas Situbondo termasuk yang telah membuktikan kehebatan dan mu’jizat Al Quran itu. Sebagian besar dari 400 lebih masyarakat binaan yang mengikuti ruqyah massal dengan niat dan kesungguhan untuk keluar dari berbagai keluhan penyakit medis maupun non medis merasakan manfaat yang luar biasa dari terapi Al Qur’an. Beberapa Marqy (peserta ruqyah laki-laki) dan Marqiyah (peserta ruqyah perempuan) mengaku badannya lebih ringan dan fresh setelah mengikuti serangkaian tahapan ruqyah oleh sekitar 30 praktisi yang hadir. Bahkan, salah saorang petugas lapas yang mendampingi kegiatan tersebut mengaku puas dengan apa yang ia ikuti dan besar kemungkinan akan rutin mengadakan kegiatan yang sama demi kebaikan masyarakat binaan lapas Situbondo. Maklum, kegiatan rumat yang digelar sekitar 2 jam tersebut tidak hanya diikuti masyarakat binaan tapi juga beberapa petugas lapas yang berharap kesembuhan dari Al Qur’an.

Dan inilah jalan dakwah tanpa batas. Mengobati berbagai macam penyakit dengan Al Qur’an adalah ikhtiar besar tidak hanya membantu masyarakat agar dapat sehat dengan Al Qur’an, tapi juga terus mengajak masyarakat untuk tidak meninggalkan Al Qur’an, istiqomah membacanya, serta tekun melaksanakan amal ibadah lainnya yang menjadi kewajiban bagi setiap muslim.

Tidak hanya itu, melalui JRA, terus ditanamkan keyakinan kepada masyarakat bahwa Al Qur’an adalah obat utama dan terutama tanpa harus menyalah-nyalahkan, membit’ah-bit’ahkan bahkan mensyirik-syirikkan amaliyah-amaliyah yang telah diwariskan oleh para Ulama terdahulu seperti, tahlil, istighotsah, sholawat dan hizib. JRA justru memotivasi untuk terus mengamalkannya dan membumikannya dengan menjadikannya benteng yang dapat bersinergi dengan Al Qur’an sebagai pedoman umat Islam dan obat yang pertama dan utama.

Situbondo, 23 Nopember 2018.

(Pembina JRA LKP Situbondo sekaligus pembina JRA Jawa Timur adalah KHR Ahmad Azaim Ibrahimy.
Salam hormat kepada pendiri dan pembina JRA Pusat Gus Allama Alaudin Siddiqi, kami mohon agar terus mendapat bimbingan dalam menempuh jalan dakwah ini)

Iklan

About serambimata

Terus menulis

Posted on 24 November 2018, in Agama and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: